Tadi malam (27/2) adalah malam yg sangat bermakna bagi saya selaku blogger yg tergabung dalam Batam Blogger Community (BBC). Mengapa? Karena malam itu adalah ketiga kalinya saya berjumpa para anggota BBC dlm jumlah yg lumayan banyak. Walau agenda acara adalah memperingati harlah BBC ke-2 namun waktu yg ada diisi dg diskusi yg cukup menarik. Hal yg paling menarik bagi saya adalah pemaparan kawan2 blogger baik itu dari kang joko “geblek” dan pak ria yg keduanya menegaskan bedanya blog dan facebook (micro-blogging). Media yg pertama adalah media sharing yg terekam rapi yg sauatu saat dapat kita baca ulang atau dimanfaatkan oleh orang lain. Tulisan/blog yg sekarang kita tulis boleh jadi sampai beberapa tahun kedepan masih bisa bermanfaat atau dimanfaatkan. Hal ini diamini oleh kawan gus tomo, ia berujar bahwa blognya masih dikunjungi oleh sekitar 40-an pengunjung walau itu adalah blog lawas.
Sebaliknya, facebook cenderung hanya untuk menunjukkan kondisi sekarang dan tidak terarsip.
Archive for Februari, 2010
Ya, orang islam di Indonesia itu omdo atau hanya teori, tidak ada praktek! Kata ustadz saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Raya Batam tadi pagi. Dan saya setuju!
Buktinya, hampir semua muslim hafal dan paham “Kebersihan itu sebagian dari iman.” Prakteknya? Nol!
Untuk praktek agama ini, gak perlu muluk2 bicara soal khilafah. Praktek ajaran akhlaqnya mana? “Tidaklah aku diutus (kecuali) untuk menyempurnakan akhlaq mulia.” Ayo kita praktekkan!
di dagdigdug.com…..
Mendengar kalimat ini, dada saya terasa sesak. Seolah-olah yg ngomong tidak menghargai aturan, alias undang2. Bahkan dengan sengaja untuk menabrak aturan.
Tapi itu dulu…. Sekarang saya semakin memakluminya. Bukan untuk ditabrak, melainkan karena aturannya bukan mengatur tapi malah mengacau. Loh koq?
Contohnya begini. Mengapa koq banyak pengendara kendaraan bermotor (ranmor) banyak melanggar rambu lalu lintas? Coba kita pikir. Di suatu simpang jalan yg ada lampu rambu lalin (abang-ijo) yang hanya rame pada jam-2 tertentu saja, jam berangkat kerja dan jam pulang kerja. Pada malam hari saya berhadapan dengan lampu kuning di simpang tsb., eh.. mo sampe simpang lampu dah merah. Saya berhenti. Tengok kiri-kanan-depan tidak ada kendaraan lain. Haruskah saya menunggu sampai hijau?
Jika menuruti aturan maka jawabannya adalah “Ya”. Tapi haruskah saya menuruti aturan yg mengatur lalu lintas namun di sana saya sedang sendirian? Tidak menyalahkan aturan, namun harusnya sistem pengatur lalu lintas bisa menyesuaikan dg. keadaan.
Menjadi mesin karena kita diatur mesin, seharusnya mesinlah yg kita atur untuk keteraturan.





Entries (RSS)