Salah satu misteri terbesar kehidupan ini adalah cinta. Bahkan ada pepatah yg mengatakan cinta tidak bisa dilukiskan dg kata-kata.
Namun aku tidak sedang bergumam tentang cinta insani kepada sesamanya, melainkan kepada robb-nya.
Ketika seorang anak manusia berjalan di muka bumi ini dg terseok-seok, mendaki, berat dan meletihkan. Sama sekali bukan berarti ia sedang dibenci oleh robb-nya. Karena boleh jadi ia sedang dipersiapkan oleh robb-nya untuk kehidupan yg penuh tantangan dan apabila ia berhasil pd tantangan tsb maka ia akan menjadi manusia yg sukses. Sukses menjalankan peranan hidupnya sebagai manusia, bukan menjadi sampah dunia. Atau boleh jadi agar ia bisa mempersiapkan generasi selanjutnya untuk mencapai kesuksesan.
Juga sebaliknya. Ketika seorang anak manusia terus menari dan bernyanyi, tertawa terbahak-bahak bahkan terpingkal-pingkal, berlari melesat meninggalkan yg lain. Bukan berarti ia sedang dicintai oleh robb-nya karena semua hajatnya dipenuhi oleh Sang Pemberi Rizki. Bisa jadi karena ia sedang terjun bebas ke jurang kenistaan karena robb-nya mengabaikannya karena ia juga mengabaikan robb-nya dan selalu berujar “Sesungguh Allah itu Maha Pengampun” di saat ia bermaksiat.
Sedang diapakan kah aku? Aku juga tidak tahu pasti. Inginku dicintai namun apa iya? Apa yg telah kuperbuat? Jangankan berbakti kepada robb-ku, kepada sesamaku saja berberat hati.
Ya robbi, tunjukkanlah aku selalu kepada cahaya cinta-Mu!





Entries (RSS)