BungaMerah_1024x768Salah satu misteri terbesar kehidupan ini adalah cinta. Bahkan ada pepatah yg mengatakan cinta tidak bisa dilukiskan dg kata-kata.

Namun aku tidak sedang bergumam tentang cinta insani kepada sesamanya, melainkan kepada robb-nya.

Ketika seorang anak manusia berjalan di muka bumi ini dg terseok-seok, mendaki, berat dan meletihkan. Sama sekali bukan berarti ia sedang dibenci oleh robb-nya. Karena boleh jadi ia sedang dipersiapkan oleh robb-nya untuk kehidupan yg penuh tantangan dan apabila ia berhasil pd tantangan tsb maka ia akan menjadi manusia yg sukses. Sukses menjalankan peranan hidupnya sebagai manusia, bukan menjadi sampah dunia. Atau boleh jadi agar ia bisa mempersiapkan generasi selanjutnya untuk mencapai kesuksesan.

Juga sebaliknya. Ketika seorang anak manusia terus menari dan bernyanyi, tertawa terbahak-bahak bahkan terpingkal-pingkal, berlari melesat meninggalkan yg lain. Bukan berarti ia sedang dicintai oleh robb-nya karena semua hajatnya dipenuhi oleh Sang Pemberi Rizki. Bisa jadi karena ia sedang terjun bebas ke jurang kenistaan karena robb-nya mengabaikannya karena ia juga mengabaikan robb-nya dan selalu berujar “Sesungguh Allah itu Maha Pengampun” di saat ia bermaksiat.

Sedang diapakan kah aku? Aku juga tidak tahu pasti. Inginku dicintai namun apa iya? Apa yg telah kuperbuat? Jangankan berbakti kepada robb-ku, kepada sesamaku saja berberat hati.

Ya robbi, tunjukkanlah aku selalu kepada cahaya cinta-Mu!

Hanya satu bahasa yang aku kenal
ketika kelahiran menjadi kejadianku
Tangisan
yang tidak bagus apalagi merdu
yang memekakan telinga kakak-kakakku
Hanya ibuku yang setia menjadi pendengar

Setelah banyak bahasa kukenal
tak juga aku menjadi pujangga
ataulah sastrawan

Memang, aku menjadi penulis
tapi dalam bahasa yang tak dipahami para pujangga

Dennis Ritchie bukan pujangga
Juga aku

Alhamdulillah! Kita masih diberi umur panjang, hingga hari ini, 1 Desember 2008, bisa menghirup udara segar Pulau Batam.

Pulau yang indah berseri senantiasa menemani hidup yg pernuh warna-warni kehidupan dari para penguninya yg berwarna-warni kulit dan bulunya :)

Alhamdulillah! Saya masih diberikan pekerjaan yang (semoga) memberi manfaat kepada orang banyak di Batam.

Bulan Desember… Bulan terakhir dari tahun masehi atau gregorian bukan berarati bulan bersantai bg saya. Bahkan sebaliknya! Di hari-2 menjelang kepergianku ke Tanah Lampung, setumpuk tugas tengah menanti.

Setidaknya ada dua tugas besar: #1 SP3O dan #2 CAPIL.

Inilah kehidupan. Tidak akan pernah selesai dari tugas! Jika itu bukan tugas dlm perkerjaan, tugas dlm kehidupan yg “lebih nyata” pasti juga sudah ada yg menanti.

Jika kita hanya melihat daftar tugas yg menanti, bisa-bisa stres duluan dibuatnya. Bahkan bisa timbul rasa pesimis “Jangan-2 saya tidak mampu….” “Jangan-2 saya berakhir dg kegilaan….” dan sederet kalimat negatip lain.

Untuk meng-counter rasa pesimis ini, maka saya tanamkan kata-2 positip: “Sejauh ini saya sudah bisa, yg itu cuma bagian kecil. Pasti saya mampu!”

Ya, pasti saya mampu!

Maka… Saya beradzam, berikhtiar, berdo’a…. dan bertawakal! So, jika Allah telah menghendaki, kesulitan apa yg bisa menghadang?

Itu adalah salah satu formula Norman Finchen (klo ga salah mengeja, lho) bagaimana menanamkan potensi positip dlm diri kita guna memperoleh tujuan yg hendak kita capai.

Selamat datang Bulan Desember!